
Platform DeFi Drift Protocol menjadi korban eksploitasi senilai $280 juta dalam serangan yang diduga dilakukan oleh pelaku di balik peretasan Radiant Capital Oktober lalu.
Drift Protocol, salah satu platform decentralized finance (DeFi) terkemuka, baru saja menjadi korban eksploitasi besar-besaran senilai $280 juta. Menurut analisis internal tim Drift, serangan ini dilakukan dengan "tingkat kepercayaan medium-tinggi" oleh aktor yang sama di balik peretasan Radiant Capital senilai $58 juta pada Oktober 2024.
Insiden ini disebut-sebut merupakan hasil dari "persiapan matang selama berbulan-bulan" oleh para peretas. Modus operandi yang mirip dengan kasus Radiant Capital membuat para analis blockchain menduga kuat keterlibatan kelompok yang sama. Kedua platform sama-sama bergerak di bidang lending dan borrowing dalam ekosistem DeFi.
Komunitas crypto Indonesia perlu waspada karena serangan terhadap protokol DeFi besar seperti ini seringkali berdampak pada sentimen pasar secara keseluruhan. Meski Drift Protocol berbasis di luar negeri, banyak investor lokal yang terpapar melalui berbagai produk yield farming dan staking yang terhubung dengan protokol tersebut.
Pakar keamanan blockchain menyarankan para pengguna untuk sementara waktu menghindari interaksi dengan smart contract yang terkait dengan Drift Protocol sampai investigasi tuntas. Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya audit keamanan menyeluruh dan sistem asuransi DeFi yang lebih matang di tenging pesatnya pertumbuhan ekosistem Web3.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.