
Layanan email terdesentralisasi Dmail mengumumkan penutupan setelah 5 tahun beroperasi, dengan nilai token mencapai titik terendah.
Dmail, layanan email berbasis blockchain yang pernah digadang-gadang sebagai alternatif terdesentralisasi untuk Gmail, resmi mengumumkan penghentian operasinya. Keputusan ini menyusul perjuangan tim dalam menanggung biaya infrastruktur dan kegagalan berbagai strategi monetisasi selama lima tahun pengembangan.
"Kami telah mencoba segala cara untuk mempertahankan proyek ini," ujar pernyataan resmi tim Dmail. "Mulai dari model freemium, integrasi DeFi, hingga program staking, namun pendapatan tetap tidak sebanding dengan biaya operasional."
Token native Dmail (DMAIL) langsung mengalami penurunan nilai lebih dari 80% setelah pengumuman ini, mencapai rekor terendah sepanjang masa. Analis mencatat ini sebagai contoh nyata tantangan sustainability di sektor Web3, di mana model bisnis seringkali belum teruji.
Meski begitu, Dmail menyatakan akan open source seluruh kode dasar mereka sebagai warisan untuk komunitas blockchain. "Kami berharap developer lain bisa belajar dari pengalaman kami," tambah pernyataan tersebut. Penutupan layanan akan efektif dalam 30 hari ke depan.