
Coinbase memperluas layanan ke saham tradisional dan derivatif dengan dukungan dividen on-chain, menandai ambisi menjadi platform finansial all-in-one.
Coinbase, salah satu bursa kripto terbesar di dunia, kini mengincar pangsa pasar tradisional dengan meluncurkan layanan transfer portofolio saham dan tokenisasi ekuitas AS. Langkah ini mempertegas ambisi mereka menjadi "everything exchange" yang menggabungkan aset kripto dan konvensional dalam satu platform.
Melalui sistem ACATS (Automated Customer Account Transfer Service), pengguna dapat memindahkan saham dari broker tradisional seperti Robinhood atau Fidelity ke Coinbase. Fitur ini dilengkapi dengan trading options (derivatif) dan pasar pre-IPO, mengikuti tren integrasi layanan finansial di industri kripto. Yang menarik, saham-saham ini akan di-tokenisasi dengan backing 1:1 dan membagikan dividen secara on-chain.
📖 Baca Juga
"Ini pertama kalinya saham tokenisasi dengan dukungan penuh dan dividen langsung ke wallet tersedia di bursa terdaftar SEC," tulis Coinbase di akun X. Produk ini bersaing ketat dengan layanan serupa dari FTX sebelum kolapsnya pada 2022.
Analis WarungWeb3 melihat strategi ini sebagai respons atas menurunnya volume trading kripto sejak 2023. Dengan diversifikasi ke ekuitas tradisional, Coinbase berpotensi menarik investor institusi yang masih ragu terhadap aset digital. Namun, tantangan regulasi di berbagai yurisdiksi, termasuk Indonesia, mungkin menjadi penghambat utama.
Ekspansi Coinbase mencerminkan tren konvergensi Web3 dan tradisional finance (TradFi) yang semakin nyata. Ke depan, bursa ini juga dikabarkan akan meluncurkan AI advisor berbasis LLM untuk membantu pengelolaan portofolio campuran kripto dan saham.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.