
Keonne Rodriguez, co-founder Samourai Wallet, menggalang dana komunitas crypto untuk menutupi utang hukum $2 juta dan denda $250 ribu setelah divonis penjara.
Keonne Rodriguez, salah satu pendiri Samourai Wallet, tengah berjuang melawan utang hukum mencapai $2 juta (Rp31 miliar) plus denda $250 ribu. Ia mengajak komunitas crypto untuk berdonasi setelah divonis 5 tahun penjara oleh pengadilan federal AS terkait operasi money transmitter ilegal.
Kasus ini bermula dari operasi Samourai Wallet yang dianggap regulator AS sebagai sarana pencucian uang. Co-founder lainnya, William Lonergan Hill, mendapat vonis 4 tahun penjara. Rodriguez mengaku bersalah namun kini kesulitan membayar biaya hukum yang membengkak.
📖 Baca Juga
Dalam penggalangan dana, Rodriguez menyebut harapan mendapat grasi semakin tipis. "Situasi keuangan saya kritis setelah bertahun-tahun melawan tuntutan hukum," tulisnya di platform crowdfunding crypto.
Komunitas Web3 internasional terbelah. Sebagian mendukung karena melihat Samourai Wallet sebagai pionir privacy tool di crypto, sementara lainnya skeptis karena kasus hukum yang jelas melanggar aturan AML/CFT.
Analis WarungWeb3 mencatat ini menjadi ujian bagi ekosistem DeFi: sejauh mana komunitas bisa mendukung proyek yang dianggap "bermasalah" secara hukum, namun punya nilai teknis di mata pengguna privacy-conscious.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.