
Bitcoin kembali pulih di atas $78.000 sementara sektor DeFi mengalami bulan terburuk dengan kerugian $635 juta akibat peretasan.
Bitcoin (BTC) menunjukkan ketangguhannya dengan rebound ke level $78.000 setelah sempat terjun ke $75.500 di tengah pekan. Pemulihan ini terjadi bersamaan dengan disahkannya kompromi aturan yield stablecoin dalam Clarity Act oleh Senat AS, yang membuka jalan bagi penyusunan regulasi pasar kripto yang lebih jelas.
Menurut CoinDesk, langkah ini dianggap sebagai terobosan signifikan setelah lama terhambat perdebatan. Analis memperkirakan bank-bank tradisional akan meningkatkan penolakan mereka, seperti dikemukakan Alex Thorn dari Galaxy Digital kepada CoinTelegraph. "Ini saatnya industri kripto bersiap menghadapi gelombang perlawanan baru," ujarnya.
📖 Baca Juga
Sementara itu, The Defiant melaporkan sisi gelap DeFi dengan rekor 28 kasus peretasan pada April 2024—terburuk sepanjang sejarah. Total kerugian mencapai $635 juta, melampaui empat kali lipat angka $167 juta di kuartal pertama. Tren ini mengkhawatirkan mengingat semakin banyaknya proyek DeFi yang bermunculan tanpa audit keamanan memadai.
Di tengah euforia kenaikan harga aset kripto, laporan ini menjadi pengingat penting bagi investor Indonesia untuk selalu memeriksa track record keamanan protokol sebelum berinvestasi. WarungWeb3 mengingatkan: volatilitas harga dan risiko smart contract adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan di ekosistem blockchain.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.