
Raksasa keuangan tradisional Charles Schwab bersiap masuk prediction market dengan taruhan S&P 500, sementara regulasi semakin ketat di AS.
Lembaga keuangan tradisional mulai merangsek masuk ke dunia prediction market. Charles Schwab, melalui kerja sama dengan Cboe, dikabarkan akan meluncurkan platform taruhan berbasis pergerakan indeks S&P 500. Langkah ini terjadi di tengah persaingan ketat dengan platform crypto seperti Polymarket dan Kalshi yang sudah lebih dulu berkembang.
Menurut laporan WSJ, produk Schwab akan memungkinkan nasabah melakukan taruhan 'ya/tidak' terkait pencapaian level harga tertentu di S&P 500. Model ini mirip dengan prediction market berbasis blockchain, namun tetap beroperasi dalam kerangka regulasi tradisional. "Ini bukti bahwa konsep prediction market mulai diterima mainstream," kata analis WarungWeb3.
📖 Baca Juga
Di sisi lain, tekanan regulasi semakin menguat. Asosiasi Gaming Amerika bersama kelompok suku asli dan serikat pekerja sedang mendorong Senang untuk melarang taruhan olahraga di prediction market. Sementara itu, anggota parlemen dari Partai Republik mengajukan RUU yang melarang insider trading di platform prediksi, meski tidak mencakup pejabat Gedung Putih.
Bagi industri crypto di Indonesia, perkembangan ini menjadi sinyal campuran. Di satu sisi, masuknya pemain besar seperti Schwab bisa membuka jalan untuk legitimasi prediction market. Namun di sisi lain, semakin ketatnya regulasi di AS mungkin akan mempengaruhi kebijakan di negara lain termasuk Indonesia. "Ini saatnya developer lokal berinovasi dengan model yang compliant tapi tetap menarik," pungkas analis WarungWeb3.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.