
CFTC memperkuat pengawasan pasar prediksi crypto dengan kerja sama data NHL, sementara ancaman manipulasi dan larangan kongres mengemuka.
Komisi Perdagangan Berjangsa Komoditas AS (CFTC) menjalin kerja sama dengan National Hockey League (NHL) untuk memantau integritas pasar prediksi terkait liga hoki tersebut. Kolaborasi ini menyusul kesepakatan serupa dengan Major League Baseball (MLB) Maret lalu, menandai tren regulator AS yang semakin aktif mengawasi pasar prediksi berbasis crypto.
Berdasarkan nota kesepahaman (MoU), NHL akan berbagi data dengan CFTC guna mendeteksi potensi manipulasi di platform seperti Polymarket. Langkah ini muncul di tengah laporan Bubblemaps yang mengungkap 80 taruhan "mustahil" dengan win rate 98% di Polymarket, memicu kekhawatiran praktik insider trading atau kecurangan algoritmik.
📖 Baca Juga
Di sisi lain, Kongres AS mulai mempertimbangkan pelarangan pasar prediksi crypto yang dinilai berisiko terhadap keamanan nasional. Argumen ini menguat setelah temuan aktivitas taruhan tidak wajar terkait isu geopolitik seperti konflik Iran. CFTC sendiri terus berseteru dengan otoritas negara bagian yang melarang platform prediksi di ranah sports betting.
Analis WarungWeb3 mencatat, kolaborasi regulator dengan liga olahraga profesional bisa menjadi model pengawasan hybrid untuk Web3. Namun, tantangan utama tetap pada mekanisme verifikasi data real-time dan penegakan hukum lintas yurisdiksi. Sementara itu, aset terkait prediksi seperti HYPE di Hyperliquid justru mencetak rekor kenaikan 16,5%, menunjukkan minat pasar yang belum padam.
Perkembangan ini menjadi ujian bagi ekosistem DeFi Indonesia yang mulai menjajaki pasar prediksi. Pelaku industri perlu mempertimbangkan framework kepatuhan global sembari mengembangkan solusi oracle yang lebih transparan untuk menghindari nasib serupa Polymarket.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.