
CFTC AS tunjuk lima anggota awal Satgas Inovasi, langkah konkret menuju kerangka regulasi crypto yang lebih jelas.
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) resmi mengumumkan lima anggota pertama Satgas Inovasi (Innovation Task Force) yang bertugas memperjelas regulasi seputar cryptocurrency, aset digital, dan teknologi terkait seperti AI. Langkah ini menandai fase eksekusi dari rencana yang digagas Ketua CFTC Rostin Behnam sejak Maret 2024.
Michael Passalacqua, Penasihat Senior Behnam, ditunjuk sebagai pemimpin satgas yang terdiri dari pakar hukum dan praktisi crypto. "Ini bukan sekadar wacana, tapi komitmen konkret untuk menciptakan aturan main yang jelas bagi inovator Amerika," jelas pernyataan resmi CFTC seperti dikutip CoinTelegraph.
Satgas ini akan fokus pada tiga area utama: cryptocurrency, kecerdasan artifisial (AI), dan prediction markets. Pembentukannya terjadi di tengah meningkatnya tekanan regulator AS terhadap industri crypto, termasuk gugatan SEC ke sejumlah platform DeFi dan pertukaran aset digital.
Analis WarungWeb3 mencatat, kehadiran satgas ini bisa menjadi penyeimbang antara kebutuhan pengawasan dan dorongan inovasi. "CFTC menunjukkan pendekatan lebih terbuka dibanding SEC yang cenderung represif. Ini sinyal positif bagi ekosistem Web3 global," ujar pengamat regulasi blockchain kami.
Dengan jadwal rapat perdana yang belum diumumkan, komunitas crypto memantau apakah satgas ini akan mengadopsi model 'regulatory sandbox' seperti di Singapura atau justru merancang aturan lebih ketat menyusul kasus-kasus fraud di sektor stablecoin dan NFT tahun lalu.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.