
Harga Bitcoin terkoreksi di tengah gejolak geopolitik, sementara minyak meroket setelah blokade militer AS di jalur pelayaran kritis Timur Tengah.
Pasar kripto dan komoditas bereaksi tajam terhadap eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Bitcoin (BTC) terkoreksi 5% menyentuh $70.600, sementara harga minyak mentah melonjak 7% di platform Hyperliquid setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade militer di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan resmi di media sosial, Trump menyatakan Angkatan Laut AS akan memblokir semua kapal yang mencoba melintasi selat strategis tersebut. Langkah ini diambil menyusul kegagalan negosiasi program nuklir Iran. "Ini adalah isu yang paling krusial," tegas mantan presiden AS itu.
📖 Baca Juga
Analis WarungWeb3 mencatat korelasi invers antara aset risky seperti Bitcoin dan safe-haven commodities. "Investor DeFi cenderung mengambil profit dari BTC untuk lindung nilai di tengah volatilitas geopolitik," jelas Andika Putra, pakar pasar kripto lokal. Lonjakan volume trading di Hyperliquid menunjukkan pergeseran aliran modal ke instrumen minyak.
Pergerakan harga ini mengingatkan pada pola 2019 ketika ketegangan AS-Iran menyebabkan Bitcoin turun 20% dalam seminggu. Namun berbeda dengan saat itu, dominasi stablecoin sekarang mencapai rekor 18% - indikator likuiditas siap masuk kembali ketika sentimen membaik.
Pasar kini mengawasi ketat perkembangan di Timur Tengah dan potensi dampak berantai terhadap aset digital. Untuk investor retail, diversifikasi portofolio dan risk management menjadi kunci di tengah ketidakpastian global.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.