
Bitcoin kehilangan seluruh keuntungannya di bulan Mei, anjlok di bawah $77.000. Apa yang memicu penurunan ini? Simak analisisnya.
Bitcoin kembali mengalami tekanan berat setelah kehilangan seluruh keuntungannya di bulan Mei, anjlok di bawah level $77.000. Penurunan ini terjadi meskipun ada pembelian besar-besaran sebesar $2 miliar oleh institusi terkemuka minggu lalu. Namun, tampaknya hal tersebut tidak cukup untuk mengangkat semangat pasar kripto.
Salah satu faktor yang memicu penurunan ini adalah peringatan keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kepada Iran. Dalam pidatonya, Trump menyatakan bahwa "waktu semakin habis" bagi Iran, yang langsung mengguncang aset berisiko tinggi, termasuk Bitcoin dan Ethereum. Selain itu, peringatan ini juga mendorong kenaikan harga minyak, yang pada gilirannya memicu likuidasi besar-besaran di pasar kripto.
📖 Baca Juga
Analis pasar mengindikasikan bahwa ketidakpastian geopolitik seperti ini seringkali berdampak negatif pada aset kripto, terutama Bitcoin, yang masih dianggap sebagai aset berisiko tinggi. Meskipun Bitcoin sering dijuluki sebagai "emas digital", volatilitasnya yang tinggi membuatnya rentan terhadap sentimen pasar global.
Di sisi lain, beberapa ahli tetap optimis bahwa Bitcoin akan kembali pulih dalam jangka panjang. Mereka menyarankan investor untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru mengambil keputusan dalam situasi seperti ini. Dengan perkembangan teknologi blockchain dan adopsi yang semakin meluas, Bitcoin masih memiliki potensi besar untuk tumbuh di masa depan.
Meskipun demikian, pasar kripto tetap perlu diwaspadai, terutama dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga yang cepat. Bagi investor lokal, penting untuk terus memantau perkembangan terkini dan mengambil keputusan investasi yang bijaksana.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.