
Berkshire Hathaway mengumpulkan cadangan kas terbesar dalam sejarah perusahaan, mencapai $373,3 miliar atau setara Rp5.800 triliun.
Berkshire Hathaway, perusahaan investasi milik Warren Buffett, baru saja mencatatkan rekor cadangan kas terbesar dalam sejarah korporasi. Dengan total $373,3 miliar atau sekitar Rp5.800 triliun, langkah ini dianggap sebagai sinyal kehati-hatian di tengah ketidakpastian pasar global.
Indikator Buffett, yang membandingkan total kapitalisasi pasar saham AS dengan PDB negara tersebut, juga telah mencapai level tertinggi sepanjang masa di angka 220%. Angka ini bahkan melampaui puncak gelembung dot-com tahun 2000, yang sebelumnya menjadi rekor tertinggi.
Di sisi lain, kenaikan harga komoditas energi turut menambah tekanan pasar. Harga gas alam TTF melonjak 75%, sementara Brent crude mencapai $107 per barel. Kenaikan ini berpotensi meningkatkan biaya operasional perusahaan-perusahaan di indeks S&P 500, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kinerja pasar saham.
Warren Buffett sendiri secara terbuka mengaitkan program nuklir Iran dengan kondisi pasar yang tidak stabil. Meski tidak menjelaskan secara rinci, komentar Buffett ini semakin memperkuat pandangan bahwa Berkshire Hathaway sedang mengambil posisi defensif dalam menghadapi gejolak ekonomi global.
Dengan cadangan kas sebesar itu, Berkshire Hathaway tampaknya sedang bersiap untuk memanfaatkan peluang investasi di masa depan ketika pasar mengalami koreksi. Namun, langkah ini juga menjadi pengingat bagi investor untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi ketidakpastian pasar global saat ini.