
OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, mencatatkan pendanaan terbesar sepanjang sejarah dengan nilai $122 miliar, mendorong valuasinya mencapai $852 miliar.
OpenAI, perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di balik ChatGPT, baru saja mencatatkan tonggak sejarah dengan meraih pendanaan rekor sebesar $122 miliar. Pendanaan ini meningkatkan valuasi perusahaan menjadi $852 miliar, menjadikannya salah satu perusahaan teknologi paling bernilai di dunia.
Pendanaan ini merupakan kelanjutan dari komitmen awal senilai $110 miliar yang diumumkan pada 27 Februari 2026, dengan valuasi pra-pendanaan sebesar $730 miliar. CFO OpenAI, Sarah Friar, mengonfirmasi pada CNBC tanggal 24 Maret bahwa tambahan $10 hingga $12 miliar telah masuk setelah penutupan awal. Jumlah akhir ini melampaui target $100 miliar yang telah dibicarakan sejak awal tahun.
Amazon menjadi investor terbesar dengan kontribusi $50 miliar, termasuk perjanjian cloud yang diperluas senilai $100 miliar selama delapan tahun. Nvidia juga berkontribusi $30 miliar sambil memperdalam kemitraan komputasi mereka. Softbank turut memimpin dengan investasi senilai $30 miliar, sementara Microsoft, mitra jangka panjang OpenAI, terus berpartisipasi.
Beberapa investor besar lainnya termasuk A16z, D.E. Shaw Ventures, MGX dari Abu Dhabi, TPG, dan akun yang dikelola oleh T. Rowe Price Associates. Partisipasi institusional yang lebih luas datang dari Altimeter, Appaloosa LP, Ark Invest, serta dana afiliasi Blackrock dan Blackstone, Coatue, Fidelity Management & Research, Sequoia Capital, Thrive Capital, Temasek, dan UC Investments.
OpenAI juga mengumpulkan lebih dari $3 miliar melalui saluran bank untuk investor individu, sebuah langkah pertama bagi perusahaan. Selain itu, perusahaan memperluas fasilitas kredit bergulirnya menjadi sekitar $4,7 miliar, didukung oleh sindikat global termasuk JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Citigroup, Morgan Stanley, Wells Fargo, dan beberapa bank internasional.
Dana ini akan dialokasikan untuk infrastruktur komputasi, pengembangan model, dan ekspansi produk. OpenAI menggambarkan model pertumbuhannya sebagai "flywheel": komputasi memungkinkan model yang lebih baik, yang mendorong adopsi produk, yang menghasilkan pendapatan untuk reinvestasi. Perusahaan juga mendiversifikasi basis komputasinya melintasi Microsoft, Oracle, AWS, Coreweave, dan lainnya.
Dengan pendanaan ini, OpenAI semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam industri AI, siap menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.