
Firma analisis blockchain Elliptic mengungkap indikasi kuat keterlibatan aktor terkait Korea Utara dalam peretasan Drift Protocol.
Laporan terbaru dari Elliptic, firma analisis blockchain ternama, mengungkapkan bahwa peretasan terhadap protokol DeFi Drift kemungkinan besar dilakukan oleh kelompok yang terkait dengan Korea Utara. Analisis ini menyoroti pola serangan yang menargetkan tiga vault utama: JLP Delta Neutral, SOL Super Staking, dan BTC Super Staking.
Menurut data yang dirilis Elliptic, pelaku menggunakan metode yang mirip dengan modus operandi kelompok peretas Lazarus yang didukung negara. Transaksi mencurigakan dari wallet pelaku menunjukkan karakteristik pencucian aset kripto yang kerap dikaitkan dengan aktor Korea Utara.
Drift Protocol, platform derivatif terdesentralisasi berbasis Solana, mengalami kerugian signifikan dalam insiden ini. Meskipun tim pengembang belum memberikan pernyataan resmi tentang jumlah pasti kerugian, analisis on-chain menunjukkan nilai yang cukup besar.
Komunitas kripto kini semakin waspada terhadap serangan yang berasal dari aktor negara (state-sponsored). Kasus ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan keamanan di ekosistem DeFi, terutama untuk protokol dengan TVL besar.
Sebagai penutup, Elliptic menekankan bahwa investigasi masih berlangsung, namun bukti yang ada cukup kuat untuk mengarah pada keterlibatan Korea Utara. Ini akan menjadi kasus peretasan kripto terbaru yang menambah daftar panjang aktivitas cybercrime negara tersebut.