
Wallet in Telegram kini hadirkan perdagangan perpetual futures melalui integrasi dengan Lighter, DEX berbasis Ethereum.
Wallet in Telegram resmi meluncurkan fitur perpetual futures trading melalui integrasi terbaru dengan Lighter, sebuah decentralized exchange (DEX) berbasis Ethereum. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk membuka posisi long dan short pada lebih dari 50 aset, mulai dari kripto, logam mulia, saham, minyak, hingga ETF, dengan leverage hingga 50x dan ukuran posisi minimum $1. Semua ini bisa dilakukan langsung dari aplikasi Telegram tanpa perlu keluar platform.
The Open Platform (TOP), entitas pengembang Wallet in Telegram, mengungkapkan bahwa mereka telah mengevaluasi beberapa decentralized perpetual exchange sebelum akhirnya memilih Lighter. Keputusan ini didasarkan pada struktur biaya, desain insentif, dan kesesuaian dengan audiens yang sebagian besar terdiri dari pengguna ritel. Salah satu faktor utama yang menarik adalah model zero-fee yang diterapkan Lighter untuk akun standar.
Integrasi ini menandai langkah besar bagi Wallet in Telegram dalam memperluas jangkauan layanannya di dunia DeFi dan perdagangan derivatif. Dengan kemampuan trading perpetual futures, pengguna kini memiliki lebih banyak opsi untuk mengelola risiko dan mengambil keuntungan dari pergerakan harga berbagai aset secara fleksibel.
Kehadiran fitur ini juga memperkuat posisi Telegram sebagai platform yang semakin multifungsi, tidak hanya sebagai aplikasi pesan instan, tetapi juga sebagai hub untuk aktivitas kripto dan finansial. Dengan kemudahan akses dan biaya yang kompetitif, Wallet in Telegram berpotensi menarik lebih banyak pengguna baru yang tertarik dengan pasar derivatif.
Dengan terus berkembangnya ekosistem DeFi, integrasi seperti ini menunjukkan bagaimana teknologi blockchain dapat menghadirkan solusi inovatif yang mudah diakses oleh masyarakat luas. Wallet in Telegram dan Lighter bersama-sama membuka pintu bagi pengguna untuk menjelajahi dunia perdagangan derivatif dengan cara yang lebih efisien dan terjangkau.