
Meski tokenisasi aset disebut mampu memperluas akses dan penerbitan, para ahli mengingatkan bahwa hal ini tidak serta-merta menciptakan pasar sekunder yang likuid.
Tokenisasi aset sering digadang-gadang sebagai solusi ajaib untuk meningkatkan likuiditas dan aksesibilitas aset yang sebelumnya sulit diperjualbelikan. Namun, dalam Paris Blockchain Week 2026, para ahli industri memperingatkan bahwa tokenisasi tidak serta-merta menciptakan pasar sekunder yang aktif dan likuid.
Tokenisasi, atau proses mengubah hak kepemilikan atas aset fisik atau digital menjadi token yang dapat diperdagangkan di blockchain, memang memiliki potensi besar. Dalam konteks Indonesia, misalnya, tokenisasi bisa membuka peluang bagi masyarakat untuk memiliki sebagian kecil dari properti mahal atau aset infrastruktur melalui platform DeFi. Namun, tantangan utama tetap ada: bagaimana menciptakan permintaan dan penawaran yang stabil di pasar sekunder.
📖 Baca Juga
"Tokenisasi bisa memperluas akses dan mempermudah penerbitan, tetapi itu tidak berarti aset tersebut akan langsung likuid," jelas salah satu pembicara di acara tersebut. Likuiditas, kata dia, bergantung pada faktor-faktor seperti regulasi yang jelas, infrastruktur yang mendukung, serta kepercayaan investor terhadap platform yang digunakan.
Di Indonesia, adopsi teknologi ini masih dalam tahap awal. Meski demikian, beberapa proyek percontohan sudah mulai bermunculan, terutama di sektor properti dan komoditas. Tantangan terbesar adalah bagaimana memastikan bahwa tokenisasi tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas blockchain akan menjadi kunci. Dengan regulasi yang jelas dan edukasi yang masif, tokenisasi aset bisa menjadi salah satu tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Namun, semua pihak harus realistis: ini bukan proses yang terjadi dalam semalam, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran dan komitmen.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.