
Meski Perp DEX menawarkan potensi besar, investor institusi masih enggan terlibat karena risiko keamanan dan hambatan KYC.
Perp DEX atau Decentralized Exchanges untuk perdagangan berjangka terus menarik perhatian di dunia DeFi. Namun, partisipasi investor institusi masih sangat minim. Menurut panelis di Consensus Miami, ada dua faktor utama yang menghambat: risiko keamanan dan proses KYC yang rumit.
Risiko keamanan menjadi momok besar bagi investor institusi. Meskipun teknologi blockchain dianggap aman, serangan hacker dan celah keamanan di platform DeFi masih sering terjadi. Investor institusi yang mengelola dana besar sangat sensitif terhadap risiko ini, sehingga mereka cenderung menghindari platform yang belum teruji secara menyeluruh.
📖 Baca Juga
Selain itu, proses KYC (Know Your Customer) yang kurang jelas juga menjadi hambatan. Investor institusi memerlukan kepastian hukum dan transparansi yang tinggi, sesuatu yang masih sulit ditemukan di banyak Perp DEX. Tanpa proses KYC yang kuat, platform ini dianggap berisiko tinggi terhadap aktivitas ilegal seperti pencucian uang.
Meski demikian, beberapa panelis optimis bahwa masa depan Perp DEX masih cerah. Dengan perkembangan teknologi dan regulasi yang semakin matang, bukan tidak mungkin investor institusi akan mulai melirik platform ini. Namun, untuk mencapai hal tersebut, pengembang perlu fokus pada peningkatan keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi.
Ke depannya, kolaborasi antara pengembang DeFi dan regulator bisa menjadi kunci untuk menarik lebih banyak investor institusi. Dengan lingkungan yang lebih aman dan regulasi yang jelas, Perp DEX berpotensi menjadi pilihan utama untuk perdagangan berjangka di masa depan.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.