
DJ ternama Steve Aoki diam-diam menjual portofolio crypto-nya, termasuk SHIB dan ETH, sementara koleksi Bored Ape-nya anjlok 88%. Apa artinya bagi industri NFT?
Steve Aoki, DJ sekaligus kolektor NFT ternama, tampaknya sedang melakukan 'exit strategy' dari dunia crypto. Baru-baru ini terungkap bahwa Aoki telah menjual aset-aset kriptonya termasuk SHIB, ETH, dan PEPE. Yang lebih mengejutkan, koleksi Bored Ape Yacht Club (BAYC) miliknya yang dulu menjadi kebanggaan kini mengalami penurunan nilai hingga 88%.
Ini merupakan perubahan sikap yang mencolok dari Aoki yang pada 2021 pernah bersemangat menyatakan bahwa NFT akan 'menjadi bagian dari budaya' dalam lima tahun ke depan. Keputusan Aoki ini memantik pertanyaan: apakah ini pertanda krisis kepercayaan terhadap NFT dan aset kripto secara umum?
📖 Baca Juga
Analis WarungWeb3 mencatat bahwa penjualan Aoki terjadi di tengah tren penurunan pasar NFT secara global. Data dari CryptoSlam menunjukkan volume perdagangan NFT turun 63% year-on-year pada Q2 2023. Namun beberapa proyek Web3 lokal justru menunjukkan ketahanan, dengan platform seperti TZ APAC melaporkan peningkatan minat terhadap NFT berbasis Tezos di Indonesia.
Pakar teknologi blockchain Ridho Pratama memberi catatan: "Gerakan Aoki mungkin lebih mencerminkan strategi portofolio pribadi daripada indikator kesehatan industri. Tapi ini pengingat bahwa pasar NFT masih sangat spekulatif. Proyek yang bertahan adalah yang menawarkan utility nyata, bukan sekadar status simbol."
Ke depan, industri NFT tampaknya akan mengalami konsolidasi. Proyek-proyek dengan komunitas kuat dan use case jelas seperti ticketting event atau sertifikat digital mungkin akan mendominasi, sementara NFT 'profile picture' tanpa utility menghadapi tantangan berat. Untuk investor lokal, ini saatnya lebih selektif dan fokus pada proyek dengan fundamental kuat.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.