
Pengguna jaringan Layer 2 Scroll harus membayar biaya transaksi berlebih hingga $50.000 karena tim meningkatkan parameter fee secara manual hingga 1.280x.
Scroll, salah satu jaringan Layer 2 (L2) Ethereum, menjadi sorotan setelah pengguna dikenakan biaya transaksi berlebihan mencapai $50.000 dalam empat hari. Masalah ini terjadi karena tim pengembang secara manual meningkatkan parameter perhitungan biaya hingga 1.280 kali lipat dari nilai awal, menurut analisis dari L2BEAT.
Kenaikan biaya berasal dari enam perubahan bertahap pada dua pengali fee di oracle harga gas Scroll. Kontrak pintar ini bertugas menghitung biaya bagian data Layer 1 untuk setiap transaksi. Setiap update meningkatkan nilai sebelumnya sebesar 2x hingga 10x, yang akhirnya melonjak drastis dan membebani pengguna.
Insiden ini memicu kritik dari komunitas crypto, terutama karena Scroll selama ini dipromosikan sebagai solusi skalabilitas Ethereum dengan biaya rendah. Beberapa pengguna mengeluh transaksi mereka tiba-tiba menjadi jauh lebih mahal tanpa pemberitahuan jelas dari tim.
Scroll belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan di balik perubahan parameter tersebut. Namun, insiden ini kembali mengingatkan risiko teknis di balik solusi L2, termasuk ketergantungan pada mekanisme sentralisasi sementara dalam fase pengembangan awal.
Kejadian ini mungkin akan memicu diskusi lebih dalam tentang transparansi dan tata kelola fee mechanism di berbagai proyek Layer 2. Bagi pengguna Indonesia, ini menjadi pelajaran penting untuk selalu memantau biaya transaksi real-time sebelum melakukan aktivitas di jaringan L2.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.