
Iklan phishing palsu Uniswap di Google berhasil menipu korban hingga $400K. WarungWeb3 mengupas modus dan cara aman bertransaksi di DeFi.
Para scammer berhasil meraup keuntungan hingga $400,000 (sekitar Rp6 miliar) melalui iklan phishing Uniswap yang muncul di hasil pencarian Google. Menurut laporan blockchain analyst, korban mengakses link palsu yang mengarah ke fake Uniswap interface untuk mencuri aset crypto.
Pakar DeFi Indonesia, Andika Putra, menjelaskan bahwa modus ini memanfaatkan celah iklan berbayar Google. "Scammers membayar untuk muncul di hasil teratas pencarian 'Uniswap'. Pengguna yang tidak waspada langsung mengklik tanpa memeriksa URL," ujarnya kepada WarungWeb3.
📖 Baca Juga
Platform DeFi seperti Uniswap memang rentan jadi target karena popularitasnya. Beberapa tanda phishing yang perlu diwaspadai: alamat website tidak resmi (uniswap[.]org vs uniswap[.]com), permintaan koneksi wallet tidak wajar, dan tawaran APY tidak realistis.
Untuk menghindari risiko, selalu gunakan bookmark resmi atau akses melalui aplikasi mobile terverifikasi. Lakukan double check sebelum approve transaksi di wallet. "Di DeFi, tanggung jawab keamanan ada di tangan pengguna sendiri," tegas Andika.
Kasus ini menunjukkan pentingnya literasi keamanan digital di era Web3. Meski blockchain menawarkan transparansi, celah sosial engineering tetap menjadi ancaman utama bagi investor crypto pemula.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.