
Pasar crypto masih fluktuatif meski ada gelombang IPO perusahaan teknologi seperti SpaceX dan Anthropic. Analis melihat ETF sebagai kunci pemulihan berkelanjutan.
Pemulihan pasar crypto pasca bear market 2022 masih berjalan dengan ketidakpastian tinggi. Meski ada gelombang Initial Public Offering (IPO) dari raksasa teknologi seperti SpaceX dan Anthropic, analis menilai arus dana masuk melalui ETF crypto justru lebih krusial untuk stabilitas jangka panjang.
CoinDesk melaporkan, meskipun harga aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum menunjukkan rebound, volatilitas tetap tinggi. Investor ritel di Indonesia mulai kembali aktif di platform DeFi dan staking, namun dengan kehati-hatian ekstra setelah pelajaran dari krisis Terra-Luna dan FTX.
📖 Baca Juga
"IPO SpaceX dan Anthropic memang menarik minat institusi, tapi crypto butuh lebih banyak aliran modal reguler melalui ETF," jelas Andika Surya, analis WarungWeb3. "Di Indonesia, minat pada crypto-asli seperti DeFi protocols dan NFT collections sudah pulih 60% dari puncak 2021."
Para pakar memprediksi bahwa kombinasi AI dan blockchain akan menjadi tren utama dalam 12 bulan ke depan. Proyek-proyek yang menggabungkan Large Language Models (LLM) dengan smart contracts, terutama di bidang konten kreatif dan otomatisasi keuangan, mulai menarik perhatian venture capital.
Meski tantangan regulasi masih ada, optimisme tetap tumbuh di kalangan builder lokal. "Kami melihat potensi besar Web3 di Indonesia, khususnya di sektor fintech dan kreator ekonomi," tutup Andika.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.