
Platform pembayaran kripto MoonPay meluncurkan solusi infrastruktur DeFi bagi bank dan fintech, membuka akses ke stablecoin, aset tokenisasi, dan yield farming.
MoonPay, perusahaan pembayaran kripto ternama, resmi mengembangkan infrastruktur DeFi untuk lembaga keuangan tradisional melalui produk terbarunya, MoonPay Trade. Langkah ini menandai ekspansi besar-besaran ke pasar aset tokenisasi dan yield generation yang selama ini didominasi oleh platform blockchain native.
Menurut pengumuman resmi, solusi ini dirancang sebagai one-stop shop bagi bank dan fintech yang ingin menawarkan produk kripto kepada nasabah tanpa harus membangun infrastruktur dari nol. MoonPay Trade akan memberikan akses ke stablecoin, tokenized funds, serta berbagai peluang yield farming melalui antarmuka terpadu.
📖 Baca Juga
"Ini adalah gerbang masuk bagi institusi tradisional ke ekosistem DeFi," jelas Ivan Soto-Wright, CEO MoonPay. "Kami menyederhanakan kompleksitas teknis sehingga bank bisa fokus pada pengembangan produk, bukan infrastruktur blockchain."
Analis melihat langkah MoonPay sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan aset digital di kalangan investor institusi. Data Chainalysis menunjukkan pertumbuhan 200% transaksi tokenized assets oleh lembaga keuangan pada kuartal pertama 2024. Di Indonesia, perkembangan ini sejalan dengan meningkatnya minkat terhadap investasi digital meski regulasi masih dalam tahap pengembangan.
Kehadiran MoonPay Trade diperkirakan akan mempercepat adopsi DeFi di sektor keuangan tradisional, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara fintech lokal dengan penyedia infrastruktur global. Namun, tantangan utama tetap pada aspek regulasi dan edukasi risiko produk berbasis blockchain.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.