
Likuiditas XRP di Binance mencapai level terendah dalam sembilan bulan terakhir, menandakan tekanan bearish yang kuat di pasar.
Indeks likuiditas XRP di Binance, salah satu bursa kripto terbesar di dunia, telah mencapai titik terendah dalam sembilan bulan terakhir. Menurut data dari platform analitik CryptoQuant, XRP 30-Day Liquidity Index โ metrik yang mengukur kedalaman buku order suatu aset dalam jangka waktu 30 hari โ tetap berada di level terendah sekitar 0,062 sejak Juli 2025 hingga saat ini. Hal ini mencerminkan penurunan signifikan dalam aktivitas perdagangan XRP di platform tersebut.
Selain itu, XRP 30-Day Turnover โ metrik yang mengukur total nilai token yang diperdagangkan di Binance dalam periode 30 hari โ juga stagnan di sekitar $4,46 miliar sejak Juli 2025. Kedua metrik ini telah turun lebih dari 98% dari puncaknya yang tercatat antara Desember 2024 dan Januari 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa likuiditas dan aktivitas perdagangan XRP di Binance berada dalam fase yang sangat lemah.
Penurunan likuiditas ini telah memberikan tekanan bearish pada harga XRP. Sejak pertengahan 2025, para 'paus' atau investor besar telah meninggalkan platform, yang semakin memperburuk situasi. Upaya harga XRP untuk menembus level $3,50 pada Juli 2025 gagal, dan sejak itu harga mengalami koreksi sebesar 65,6%, hingga mencapai sekitar $1,31 pada saat artikel ini ditulis.
Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa jika likuiditas dan aktivitas perdagangan XRP di Binance tidak segera pulih, harga aset ini berpotensi terus mengalami penurunan dalam jangka pendek hingga menengah. Sentimen negatif yang kuat di pasar XRP saat ini menjadi tantangan besar bagi pemulihan harga aset kripto ini.
Dengan kondisi pasar yang masih lesu, masa depan XRP di Binance akan sangat bergantung pada apakah ada peningkatan likuiditas dan minat perdagangan dari investor. Jika tidak, tekanan bearish mungkin akan terus mendominasi dalam waktu dekat.