
Proyek Web3 berbasis identitas digital kolaps setelah private key tersimpan di laptop karyawan yang terkompromi, memicu pencurian dana dan anjloknya token 85%.
Humanity Protocol, proyek identitas terdesentralisasi yang didukung Pantera Capital dan Jump Crypto, mengalami kerugian $36 juta akibat kebocoran private key dari laptop karyawan. Insiden ini memicu serangan terhadap jembatan blockchain (bridge) protokol dan pemalsuan token besar-besaran.
Menurut pernyataan resmi CTO Humanity Protocol Terence Kwok, beberapa kunci multisig (multi-signature) secara tidak sengaja tersimpan di perangkat yang sudah terkompromi saat setup awal. "Ini kesalahan dasar keamanan yang seharusnya bisa dihindari," ujar Kwok seperti dikutip CoinTelegraph.
📖 Baca Juga
Akibatnya, pelaku eksploitasi berhasil mengambil alih kendali bridge di dua jaringan blockchain berbeda. CoinDesk melaporkan serangan ini menyebabkan penurunan nilai token Humanity sebesar 73% dalam 24 jam, sementara CoinTelegraph mencatat penurunan hingga 85%.
Di sisi lain, Yuga Labs sukses melakukan operasi penyelamatan white-hat terhadap 68 NFT senilai $500.000 dari eksploitasi di Flooring Protocol. Insiden terpisah ini menunjukkan kompleksitas tantangan keamanan di ekosistem Web3.
Pakar keamanan blockchain menyarankan proyek DeFi untuk menerapkan cold storage dan protokol MPC (Multi-Party Computation) guna menghindari risiko serupa. "Kasus Humanity Protocol harus jadi pelajaran bagi developer lokal dalam mengelola aset kripto," pungkas WarungWeb3.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.