
Kerugian Galaxy Digital menyempit signifikan dibanding kuartal sebelumnya, didorong oleh penurunan harga crypto dan progres proyek infrastruktur Web3.
Galaxy Digital, perusahaan investasi crypto yang dipimpin Mike Novogratz, melaporkan kerugian bersih $216 juta pada kuartal pertama 2026. Meski terdengar besar, angka ini justru menunjukkan perbaikan signifikan dari kerugian $482 juta di Q4 2025. Yang menarik, saham GLXY malah naik 5% setelah pengumuman ini - sinyal jelas bahwa pasar melihat prospek jangka panjang perusahaan di tengah turbulensi pasar crypto.
Menurut laporan berbagai media internasional, kerugian terutama disebabkan oleh tekanan harga aset crypto yang turun 20-21% secara market cap di Q1. Novogratz sendiri menyebut periode ini sebagai fase transformasi industri, dari yang semula dianggap 'kasino crypto' menuju teknologi yang terintegrasi dengan ekonomi global. "Kami sedang membangun infrastruktur untuk Web3, bukan sekadar spekulasi harga," tegasnya dalam earnings call.
📖 Baca Juga
Di balik kerugian, ada beberapa pencapaian positif: (1) Penyelesaian data hall pertama untuk CoreWeave sebagai bagian dari proyek Helios, (2) Pendapatan dari pusat data mulai terlihat, dan (3) Performa platform Hyperliquid yang berhasil mengompensasi sebagian kerugian. Ini menunjukkan diversifikasi bisnis Galaxy Digital mulai berbuah.
Bagi investor Indonesia, perkembangan Galaxy Digital patut dicermati sebagai barometer kesehatan industri crypto institusional. Meski harga aset digital fluktuatif, pembangunan infrastruktur Web3 seperti pusat data dan layuangan terdesentralisasi (DeFi) terus berjalan - tanda bahwa adopsi teknologi blockchain semakin matang.
Ke depan, semua mata tertuju pada bagaimana Galaxy Digital memanfaatkan infrastruktur yang dibangun untuk menghasilkan arus kas positif. Dengan pasar crypto yang mulai pulih di Q2 2026, perusahaan ini bisa menjadi salah satu pemenang di era Web3 yang lebih substantif.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.