
Protokol DeFi berbasis Bitcoin, Echo Protocol, menjadi korban eksploitasi besar-besaran dengan kerugian mencapai $77 juta akibat penciptaan eBTC ilegal di blockchain Monad.
Echo Protocol, sebuah protokol DeFi yang berfokus pada Bitcoin, baru saja menjadi sorotan setelah mengalami eksploitasi besar-besaran yang menyebabkan kerugian mencapai $77 juta. Serangan ini terjadi melalui penciptaan eBTC ilegal di blockchain Monad, menambah daftar panjang kasus keamanan yang melanda ekosistem crypto.
Menurut laporan dari CoinDesk, sekitar 1.000 eBTC ilegal berhasil dicetak oleh penyerang dalam serangan ini. Nilai tersebut setara dengan $77 juta, menjadikannya salah satu insiden terbesar dalam sejarah DeFi. CoinTelegraph melaporkan bahwa pelaku telah mencoba membersihkan sekitar 5% dari hasil curian melalui Tornado Cash, sebuah layanan pencampur crypto yang dikenal sebagai sarana pencucian aset digital.
📖 Baca Juga
Serangan ini diduga terjadi akibat kompromi kunci admin Echo Protocol, yang memungkinkan penyerang untuk mencetak eBTC secara tidak sah. Meskipun sebagian besar aset hasil eksploitasi masih berada di tangan pelaku, langkah cepat dari tim Echo Protocol untuk mengamankan sisa aset dan melacak pergerakan dana menjadi kunci untuk mengurangi dampak lebih lanjut.
Insiden ini kembali mengingatkan komunitas crypto tentang pentingnya keamanan dalam ekosistem DeFi. Banyak protokol DeFi yang masih rentan terhadap serangan serupa, terutama karena penggunaan kunci admin yang kurang aman. Para ahli menyarankan agar proyek-proyek DeFi meningkatkan langkah-langkah keamanan, termasuk penggunaan multisig dan audit rutin, untuk meminimalisir risiko eksploitasi di masa depan.
Meski demikian, Echo Protocol telah berjanji untuk terus berupaya memulihkan kerugian dan memperkuat sistem mereka. Kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi investor dan pengembang di Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan mengelola protokol DeFi.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.