
Coinbase bereksperimen dengan AI agent yang meniru gaya keputusan mantan eksekutifnya, sekaligus memprediksi dominasi AI di masa depan perusahaan.
Coinbase, salah satu bursa crypto terbesar di dunia, sedang menguji coba teknologi AI agent yang dirancang untuk meniru pola pikir dan gaya pengambilan keputusan dua mantan eksekutif legendarisnya: Fred Ehrsam (co-founder) dan Balaji Srinivasan (mantan CTO). Percobaan ini sekaligus mengonfirmasi prediksi CEO Brian Armstrong bahwa AI akan segera mendominasi operasional perusahaan.
Menurut sumber internal, AI agent ini sudah aktif di platform internal seperti Slack dan email. Mereka tidak hanya memberikan rekomendasi tetapi juga mampu berinteraksi layaknya manusia. "Ini seperti memiliki versi digital dari Fred dan Balaji yang siap memberi saran kapan saja," ujar seorang karyawan yang enggan disebutkan namanya.
📖 Baca Juga
Armstrong yakin langkah ini bukan sekadar eksperimen. Dalam sebuah pernyataan, ia memprediksi bahwa dalam waktu dekat, jumlah transaksi onchain yang dilakukan AI akan melampaui manusia. Bahkan, jumlah AI agent di Coinbase bisa melebihi jumlah karyawan. "Kami sedang membangun masa depan di mana AI menjadi tulang punggung operasional," tegasnya.
Para analis melihat ini sebagai bagian dari tren besar di industri Web3, di mana integrasi AI dan blockchain semakin erat. "Coinbase sedang mengeksplorasi bagaimana AI bisa mengoptimalkan segala hal, dari trading hingga customer service. Ini bisa menjadi game-changer," kata Jane Zhang, pakar teknologi decentralized finance (DeFi).
Jika uji coba ini berhasil, bukan tidak mungkin perusahaan lain akan mengikuti jejak Coinbase. Namun, tantangan seperti etika penggunaan AI dan keamanan data tetap menjadi perhatian utama. Bagaimanapun, langkah Coinbase ini menandai babak baru dalam evolusi Web3 yang semakin dipengaruhi oleh kecerdasan buatan.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.