
Brian Armstrong optimis RUU crypto AS akan segera disahkan, sebut langkah ini krusial bagi industri blockchain global.
Brian Armstrong, CEO Coinbase, menyatakan dukungan penuh terhadap RUU CLARITY Act yang sedang diproses di Kongres AS. Dalam pernyataannya, Armstrong menyebut rancangan undang-undang ini sebagai terobosan penting yang bisa mengubah lanskap regulasi crypto di Amerika Serikat.
"Kami lebih dekat dari sebelumnya," ujar Armstrong merujuk pada kemajuan negosiasi antara industri crypto dan perbankan tradisional. RUU ini diklaim mampu menciptakan kerangka hukum yang jelas untuk aset digital sekaligus melindungi konsumen. Dukungan juga datang dari 3,7 juta anggota komunitas Stand With Crypto yang aktif melakukan lobi.
📖 Baca Juga
Meski demikian, laporan CoinDesk mengungkap puluhan amandemen yang diajukan berbagai pihak berpotensi mengubah substansi RUU. Beberapa perubahan dianggap kontroversial, terutama terkait definisi aset crypto dan kewenangan regulator.
Bagi Indonesia, perkembangan ini patut dicermati karena keputusan regulator AS sering menjadi acuan global. Jika CLARITY Act disahkan, bisa memicu gelombang adopsi institusional dan mempengaruhi harga aset crypto di pasar domestik.
Analis WarungWeb3 memprediksi RUU ini akan melalui proses panjang meski mendapat dukungan kuat. Nasib akhirnya mungkin baru jelas setelah pemilu AS November mendatang, tergantung pada komposisi politik di Kongres.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.