
CLARITY Act, undang-undang yang diharapkan memberikan kejelasan regulasi bagi industri crypto di AS, kini memasuki tahap penting dengan jadwal markup yang telah ditetapkan.
Industri crypto di Amerika Serikat (AS) sedang menanti momen penting dengan kemajuan CLARITY Act, sebuah undang-undang yang diharapkan memberikan kejelasan regulasi bagi sektor ini. Menurut Attorney Bill Hughes, pasar crypto terbesar di dunia saat ini sebagian besar melakukan perdagangan di luar bursa berbasis AS, menunjukkan perlunya regulasi yang lebih jelas untuk menarik kembali aktivitas ke dalam negeri.
Coinbase, salah satu platform crypto terkemuka, menyambut baik kemajuan ini. Faryar Shirzad, Chief Policy Officer Coinbase, menyebut penetapan tanggal markup pada 14 Mei sebagai "langkah besar ke depan" yang penting untuk mendukung inovasi di AS. Diskusi sebelumnya telah mencakup berbagai aspek, termasuk jurisdiksi, perlindungan konsumen dan pengembang, serta kompromi terkait imbal hasil stablecoin.
📖 Baca Juga
Namun, tidak semua pihak menyambut CLARITY Act dengan tangan terbuka. Industri perbankan mengkritik proposal stablecoin dalam undang-undang ini, menyatakan bahwa hal tersebut dapat memungkinkan "penghindaran" dari regulasi yang ketat. Meskipun demikian, para senator tetap optimis bahwa kompromi yang diusulkan minggu lalu dapat menyelesaikan masalah ini.
Dengan jadwal markup yang telah ditetapkan, industri crypto di AS kini menantikan langkah konkret berikutnya. CLARITY Act diharapkan tidak hanya memberikan kejelasan regulasi tetapi juga mendorong inovasi dan menarik kembali aktivitas perdagangan ke dalam negeri, sehingga memperkuat posisi AS sebagai pemain utama dalam industri crypto global.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.