
Platform DeFi Bankr terpaksa menonaktifkan transaksi setelah 14 dompet pengguna dibobol hacker. Simak analisis risiko keamanan Web3 dan cara proteksi aset kripto Anda.
Platform decentralized finance (DeFi) Bankr mengalami insiden keamanan serius setelah 14 dompet digital (wallets) pengguna diretas oleh hacker. Sebagai langkah darurat, Bankr sementara menonaktifkan seluruh transaksi dan merekomendasikan pengguna untuk segera memigrasi aset ke dompet baru.
Menurut laporan internal, serangan ini mengeksploitasi celah di sistem approval transaksi. Para korban diduga tanpa sengaja memberikan akses ke smart contract berbahaya. "Penting untuk segera mencabut (revoke) semua approval kontrak di wallet lama," jelas tim Bankr melalui Twitter Spaces.
📖 Baca Juga
Pakar keamanan blockchain menyarankan tiga langkah proteksi: (1) Buat seed phrase baru di perangkat bersih, (2) Gunakan hardware wallet untuk aset besar, (3) Aktifkan two-factor authentication (2FA) di semua layanan terkait. Serangan ini kembali mengingatkan risiko di ekosistem Web3 yang masih rentan.
Di tengah tren adopsi DeFi di Indonesia, insiden Bankr menjadi alarm bagi komunitas lokal. "Pengguna harus ekstra hati-hati saat berinteraksi dengan smart contract tidak dikenal," tegas Andi, salah satu developer Web3 asal Bandung. Platform seperti Revoke.cash bisa membantu memonitor dan mencabut akses kontrak mencurigakan.
Bankr berjanji akan merilis laporan forensik lengkap dalam 72 jam ke depan. Sementara itu, pengguna diminta waspada terhadap phishing scam yang mengatasnamakan tim support Bankr.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.