
Arthur Hayes, co-founder BitMEX, menjual seluruh kepemilikan HYPE dan NEAR Protocol, menyoroti risiko geopolitik dan IPO AI yang mempengaruhi pasar Web3.
Arthur Hayes, salah satu pendiri BitMEX dan pendukung vokal Hyperliquid, baru-baru ini mengumumkan bahwa ia telah menjual seluruh posisinya di HYPE dan NEAR Protocol. Keputusan ini disampaikan melalui platform X pada 4 Juni, di mana Hayes menyebutkan tiga faktor makro yang mempengaruhi penilaian risikonya dalam jangka pendek.
Hayes menyatakan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya kemungkinan perang antara Iran dan negara-negara lain, menjadi salah satu alasan utama keputusannya. Menurutnya, situasi ini dapat menciptakan ketidakstabilan global yang berdampak pada pasar kripto dan aset digital. Selain itu, ia juga menyinggung tentang pipeline IPO perusahaan-perusahaan AI yang menurutnya akan menarik banyak modal dari pasar kripto.
📖 Baca Juga
"Saya baru saja menjual seluruh $HYPE dan NEAR saya," tulis Hayes. "Ketegangan geopolitik dan IPO AI yang akan datang telah mengubah perhitungan risiko saya dalam waktu dekat." Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Hayes sebelumnya dikenal sebagai salah satu pendukung kuat proyek-proyek Web3 dan DeFi.
Analis pasar menilai keputusan Hayes sebagai indikator penting bagi investor kripto di Indonesia dan global. Dengan situasi geopolitik yang tidak menentu dan persaingan yang semakin ketat dari industri AI, investor perlu lebih bijak dalam mengelola portofolio mereka. Meski demikian, beberapa pakar tetap optimistis bahwa inovasi di sektor Web3 dan DeFi akan terus berkembang, terlepas dari tantangan eksternal.
Ke depan, para investor diharapkan untuk lebih memperhatikan dinamika geopolitik dan tren industri yang dapat mempengaruhi pasar kripto. Sementara itu, proyek-proyek Web3 perlu terus meningkatkan nilai dan utilitas mereka untuk tetap relevan di tengah persaingan yang semakin ketat.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.