
Pemerintah AS dan otoritas keuangan memperingatkan bank tentang risiko keamanan dari model AI terbaru Anthropic, Mythos.
Model AI terbaru dari Anthropic, Mythos, kini menjadi sorotan akibat kekhawatiran terkait keamanan dan risiko supply chain yang ditimbulkan. Menurut laporan terbaru, pejabat Departemen Keuangan AS dan Federal Reserve telah memperingatkan bank-bank tentang potensi ancaman cybersecurity yang mungkin muncul dari penggunaan model ini.
Laporan ini muncul tidak lama setelah Departemen Pertahanan AS menyatakan bahwa Anthropic merupakan risiko dalam supply chain. Meski belum ada penjelasan rinci tentang apa yang membuat Mythos dianggap berbahaya, isu ini telah memicu perdebatan di kalangan regulator dan praktisi teknologi.
📖 Baca Juga
Menariknya, beberapa pejabat era Trump disebut-sebut mendorong bank untuk tetap menguji coba Mythos. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan pendapat di antara para pemangku kebijakan terkait penggunaan AI canggih ini. Namun, belum jelas apakah anjuran tersebut akan diikuti mengingat kekhawatiran yang semakin meningkat.
Anthropic, perusahaan di balik Mythos, dikenal sebagai salah satu pelopor dalam pengembangan Large Language Models (LLM). Model ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi di berbagai sektor, termasuk perbankan. Namun, kekhawatiran tentang keamanan dan potensi penyalahgunaan tampaknya menjadi hambatan utama dalam adopsi lebih luas.
Ke depan, nasib Mythos akan sangat bergantung pada bagaimana Anthropic merespons kritik ini serta langkah-langkah yang diambil oleh regulator AS. Sementara itu, industri teknologi dan keuangan di Indonesia perlu memantau perkembangan ini, mengingat dampaknya yang mungkin merambah ke pasar global termasuk Tanah Air.
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.