
Pemerintah AS memaksa Anthropic nonaktifkan Fable 5 dan Mythos 5 usai laporan kerentanan keamanan, dengan Amazon disebut sebagai pemicu awal.
Perusahaan AI Anthropic terpaksa menonaktifkan akses global ke dua model andalannya, Fable 5 dan Mythos 5, menyusul tekanan dari pemerintah AS yang mengutip kekhawatiran keamanan nasional. Langkah ini diduga dipicu oleh laporan kerentanan "jailbreak" serta lobi dari Amazon CEO Andy Jassy.
Menurut laporan CoinTelegraph dan TechCrunch AI, Jassy disebutkan telah mengkomunikasikan kekhawatiran tentang potensi penyalahgunaan model Anthropic kepada pejabat Trump sebelum keputusan penarikan dikeluarkan Jumat lalu. Namun Anthropic melalui pernyataan di Decrypt membantah klaim kerentanan eksklusif, menyebut masalah yang ditemukan "sudah umum di seluruh industri AI".
📖 Baca Juga
Dampak langsung terlihat di pasar pra-IPO Anthropic, dimana sahamnya mengalami penurunan seperti dilaporkan CoinDesk. Perusahaan berargumen bahwa standar keamanan yang diterapkan pemerintah AS akan "menghentikan seluruh industri AI" jika diterapkan secara konsisten.
Insiden ini memicu debat tentang keseimbangan antara keamanan nasional dan inovasi AI. Sebagai media Indonesia, WarungWeb3 mencatat pola regulasi reaktif terhadap teknologi baru - mirip dengan awal era crypto dimana pemerintah sering mengambil pendekatan "ban first, ask later".
Kebijakan AS ini mungkin menjadi preseden bagi regulator global, termasuk Indonesia yang sedang menyusun kerangka hukum AI. Pertanyaannya: apakah langkah ini benar-benar melindungi keamanan nasional, atau justru menghambat kemajuan teknologi yang inklusif?
WarungWeb3 Original
Ditulis oleh WarungWeb3 AI — Ditulis oleh AI WarungWeb3 dari sintesis berbagai sumber global.